Jakarta, paluinsight.id – Program BERANI Cerdas milik Pemprov Sulteng terus diupayakan mengakses pendidikan bergengsi di Indonesia. Usai Unhas, kini Gubernur Anwar Hafid membidik Institut Teknologi Bandung (ITB).
Pemprov Sulteng melalui Anwar Hafid telah menjajaki kerja sama tersebut dengan universitas kenamaan di Indonesia itu.
Bagi politisi Demokrat itu, pendidikan menjadi prioritas utama Pembangunan daerah demi meningkatkan kualitas SDM dan daya saing.
“Jika memungkinkan, kami berharap dibukakan ruang kerja sama di bidang pendidikan, khususnya metalurgi dan bidang teknis lainnya,” kata Gubernur Anwar.
Gubernur Anwar Hafid telah melakukan pertemuan dengan Rektor ITB Tatacipta Dirgantara beserta jajaran di Jakarta untuk membahas kemungkinan-kemungkinan tersebut.
Anwar Hafid kemudian mengenalkan program BERANI Cerdas di hadapan Rektor Tatacipta Dirgantara. Kata dia, program itu akan menyediakan beasiswa bagi mahasiswa asal Sulteng, baik melalui jalur prestasi maupun afirmasi – UKT delapan semester.
“Kita sudah kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) di bidang metalurgi yang melibatkan 40 mahasiswa asal Sulteng,” katanya Gubernur.
Gayung bersambut, Rektor Tatacipta Dirgantara menyebut, ITB memang intens menjalin kemitraan dengan Pemda dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu contoh; program penyediaan air bersih di wilayah Indonesia timur serta kajian kebencanaan.
“ITB siap berkontribusi sesuai dengan kompetensi keilmuan yang kami miliki,” ujarnya.
ITB, kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Irwan Meilano menyatakan siap menerima calon mahasiswa asal Sulteng, termasuk melalui program seleksi siswa unggul yang dijadwalkan berlangsung April 2026.
Ia juga menjelaskan ITB memiliki program metalurgi internasional yang menjadi permintaan kemitraan oleh Gubernur Anwar. Jurusan itu telah yang bekerja sama dengan mitra Australia serta menjalin kolaborasi dengan industri di Morowali dan Fakultas Teknik Universitas Tadulako.
Sebagai tindak lanjut, hasil pertemuan merekomendasikan agar koordinasi lanjutan segera dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sulteng dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulteng. IN





