Mei 2, 2026

Hadapi Tantangan Peternakan & Ketahanan Pangan, UGM Beri Saran Ini

Ilustrasi peternakan. Sumber foto: ANTARA/HO-Kementerian Pertanian

Yogyakarta, paluinsight.id – Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan global di sektor peternakan dan ketahanan pangan.

“Isu ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga keberlanjutan sistem peternakan tidak bisa diselesaikan secara parsial, dibutuhkan kolaborasi global yang kuat,” kata Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof Budi Guntoro dalam keterangannya di Yogyakarta, yang dikutip dari Antara, Sabtu (2/5).

Menurutnya, kolaborasi lintas negara tersebut diwujudkan melalui forum The 7th International Joint Graduate Seminar (IJGS) yang digelar Fakultas Peternakan UGM di Maejo University, Thailand, beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut menjadi ajang akademik internasional bagi mahasiswa pascasarjana, dosen dan peneliti untuk berbagi hasil riset sekaligus memperkuat jejaring ilmiah lintas negara. “Dan IJGS menjadi salah satu jembatan penting untuk itu,” katanya.

Melalui penyelenggaraan IJGS, Fapet UGM menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertukaran ilmu pengetahuan, inovasi riset dan pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang peternakan.

“Kegiatan IJGS diharapkan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya kolaborasi riset berkelanjutan serta kontribusi nyata terhadap pembangunan pangan dan pertanian global,” katanya.

IJGS merupakan forum ilmiah tahunan yang diinisiasi Fapet UGM sebagai bagian dari komitmen memperkuat kerja sama dengan berbagai universitas di negara-negara kawasan ASEAN.

Penyelenggaraan IJGS ke-7 ini menandai keberlanjutan kerja sama akademik antara Fapet UGM dan Maejo University yang selama ini telah terjalin melalui berbagai program kolaboratif, seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, hingga publikasi ilmiah internasional.

“Melalui IJGS, kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa pascasarjana untuk tampil percaya diri dalam forum internasional, sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi riset yang berdampak nyata bagi pengembangan peternakan dan pertanian berkelanjutan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, IJGS ke-7 memiliki sejumlah tujuan, antara lain menyediakan forum ilmiah internasional bagi mahasiswa pascasarjana, meningkatkan kapasitas akademik dan kemampuan komunikasi ilmiah, serta mendorong kolaborasi riset lintas negara, khususnya di kawasan ASEAN.

“Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat jejaring akademik global serta mendukung internasionalisasi perguruan tinggi,” katanya. *