April 5, 2026

Penjaringan Bibit Atlet Melalui Balap Lari Tradisional Wahidin Ramadan Pangova 4

Suasana iven Balap Lari Tradisional Wahidin Ramadan Pangova 4 di Kota Palu. Sumber foto: paluinsight.id

Palu, paluinsight.id – Sekumpulan pemuda yang ada di Jalan Dokter Wahidin, Kelurahan Besusu Barat, Kota Palu, Provinsi Sulawai Tengah, kembali menggelar balap lari tradisional untuk menyemarak kan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, serta sebagai sarana hiburan bagi masyarakat dalam menunggu waktu Sahur.

Balap lari tradisional tanpa alas kaki, yang bertajuk Wahidin Ramadan Pangova ini, merupakan event tahunan dan telah memasuki tahun ke 4.

Ketua Panitia, M. Opank menyebutkan, selain untuk sarana hiburan bagi masyarakat, balap lari tradisional ini juga merupakan ajang penjaringan bibit atlet bagi Pemerintah Kota Palu maupun Provinsi Sulawesi Tengah.

“Wahidin Ramadan Pangova ini berbeda dengan lomba lari pada umumnya, karena para peserta berlari tanpa alas kaki atau kaki telanjang di lintasan sepanjang 75 meter di Jalan Wahidin, Kota Palu,” kata Opank.

Event yang terdiri dari 3 Kategori yaitu utama, bebas dan perempuan ini, di ikuti oleh 64 peserta dari berbagai wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah, Seperti Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Donggala, serta Kabupaten Poso.

Kegiatan ini, menggunakan sistem gugur dan akan berlangsung selama 3 hari, mulai dari tanggal 12 sampai 14 Maret 2026 mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Palu, Bachtiar, sangat mendukung kegiatan positif seperti ini, dan diharapkan dapat melahirkan bibit atlet yang dapat mewakili Kota Palu maupun Sulawesi Tengah, di ajang Nasional bahkan Internasional.

“Untuk para peserta diharapkan selalu melakukan pemanasan atau peregangan otot sebelum bertanding, apalagi olahraga ini tanpa menggunakan alas kaki, jadi akan sedikit lebih berbahaya,” Imbau Bachtiar kepada peserta.

Selain itu, ia juga meminta kepada para peserta untuk selalu menjunjung tinggi sportifitas antar sesama peserta, karena menang kalah dalam setiap kompetisi itu hal biasa. IN