Palu, paluinsight.id – Perusahaan Umum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah sinergi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) ke depan akan menolong petani jika harga jual pangan di tingkat petani sedang jatuh.
”Mereka bisa langsung menginformasikan ke kami (Bulog), sehingga kami bisa bertindak cepat untuk menyerap,” ucap Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulteng, Jusri, belum lama ini.
Dikatakan Pimwil, asas simbiosis mutualisme sangat besar jika sinergi dengan penyuluh terjalin. Mereka, kata dia, berperan sebagai penguhubung Bulog-petani kecil yang mungkin saja kesulitan melakukan penjualan hasil pangannya.
”Nanti minimal kami tahu, kalau harga di atas pembelian Bulog artinya baik. Jika dibawah, artinya perlu kami turun ke lapangan bertindak cepat,” ungkapnya.
Sebelumnya, Bulog Sulteng telah menjalin audiensi dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulteng. Lembaga ini dipercaya sebagai koordinator PPL yang status ASN-nya kini telah berpindah dari daerah ke pemerintah pusat.
”Sinergi yang baik tentunya dengan BRMP. Bagaimana kita memenuhi target pemerintah di Sulteng ini,” kata Pimwil Jusri.
Bulog Sulteng tahun ini memiliki tantangan yang besar terkait target penyerapan dalam negeri. Di Sulteng, mereka ditarget dapat menyerap beras sebanyak 11.000 ton, dan komoditi jagung sebanyak 3.300 ton.
Hingga Februari ini, Bulog Sulteng baru merealisasikan penyerapan beras 304 ton, dan jagung masih nihil. IN





