April 27, 2026

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai Menghadapi Ramadan dan Lebaran

Gedung kantor pusat Bank Mandiri di Jakarta. Sumber foto: Dok. Bank Mandiri

Jakarta, paluisnight.id – Kebutuhan uang tunai dan transaksi digital masyarakat diproyeksikan melonjak sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyiapkan uang tunai Rp44 triliun untuk periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026.

Angka itu ditaksir naik 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp41,9 triliun.

Tambahan likuiditas ini disiapkan untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, terutama saat pembayaran gaji dan tunjangan hari raya (THR), belanja kebutuhan pokok, hingga arus mudik Lebaran.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista mengatakan, rerata kebutuhan pengisian uang tunai diperkirakan mencapai Rp1 triliun hingga Rp1,4 triliun per hari. Lonjakan biasanya terjadi menjelang puncak mudik dan Idul Fitri.

“Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Adhika menyunting Republika.

Bagi masyarakat, ketersediaan uang tunai tetap krusial, terutama di daerah tujuan mudik dan sentra ekonomi kerakyatan. Untuk itu, Bank Mandiri mengoperasikan 12.900 unit ATM dan CRM serta 322 ribu mesin EDC yang tersebar di berbagai wilayah.

Tak hanya uang fisik, transaksi digital juga diperkirakan meningkat tajam. Perseroan menyiapkan likuiditas Rp18 triliun pada Rekening Settlement Dana layanan Bank Indonesia melalui sistem BI-Fast untuk periode 18–25 Maret 2026.

Nilainya setara sekitar Rp2,5 triliun per hari guna memastikan transfer antarbank tetap lancar saat libur panjang.

Bank Mandiri juga berpartisipasi dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang digelar Bank Indonesia. Melalui program ini, masyarakat dapat menukar uang baru secara tertib melalui aplikasi PINTAR BI maupun layanan kas keliling.

Di sisi digital, super app Livin’ by Mandiri yang telah digunakan 37,9 juta nasabah diandalkan untuk berbagai transaksi, mulai dari transfer, pembayaran tagihan, top up dompet elektronik, hingga pembelian tiket transportasi melalui fitur Sukha.

“Dengan fitur top up Mandiri e-money pada Livin’ by Mandiri, nasabah yang melakukan perjalanan lewat tol akan sangat dimudahkan karena top up dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja,” kata Adhika.

Untuk mendukung kelancaran perjalanan, perseroan menyiapkan 1,1 juta kartu Mandiri e-money yang tersedia di kantor cabang, jaringan ritel modern, hingga platform perdagangan elektronik. Langkah ini diharapkan membantu masyarakat saat melintasi jalan tol maupun menggunakan transportasi publik.

Dari sisi pelaku usaha, 3,2 juta UMKM tercatat menggunakan Livin’ Merchant, sementara 324.500 pebisnis memanfaatkan Kopra by Mandiri untuk pengelolaan transaksi dan cash management. Seluruh sistem dipantau tim teknologi informasi yang siaga 24 jam guna mengantisipasi lonjakan transaksi. IN