Oktober 20, 2026
Berita  

Anak Stunting di Palu Berkurang 37 Orang

Wakil Wali Kota, Imelda Liliana Muhidin memipin rapat evaluasi percepatan penanganan stunting di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu, Senin (19/10). Sumber foto: Humas Pemkot Palu

Palu, paluinsight.id – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin menegaskan pentingnya ketepatan pendataan, kedisiplinan petugas, dan koordinasi lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kota Palu.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Imelda saat memimpin rapat evaluasi percepatan penanganan stunting di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu, Senin (19/10).

Rapat tersebut membahas perbaikan sekaligus validasi data balita stunting untuk periode Agustus hingga September 2026. Evaluasi ini bertujuan memastikan data yang dilaporkan sesuai dengan kondisi di lapangan sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.

Berdasarkan hasil evaluasi, jumlah balita stunting yang tercatat di Kota Palu mengalami penurunan dari 1.030 anak pada Agustus 2026 menjadi 993 anak pada September 2026, atau berkurang sebanyak 37 anak.

Perubahan data tersebut menjadi salah satu perhatian dalam rapat evaluasi, terutama terkait penyempurnaan proses pendataan dan penginputan yang dilakukan oleh petugas di lapangan.

Wakil Wali Kota Imelda mengapresiasi upaya seluruh perangkat daerah dan tenaga kesehatan yang telah menindaklanjuti pembaruan data.

Wakil Wali Kota juga menyampaikan bahwa kendala dalam proses pelaporan yang sebelumnya menjadi perhatian kini telah dapat diatasi.

“Kita melihat lagi capaian yang sudah Bapak dan Ibu lakukan di minggu kemarin terkait penginputan data. Alhamdulillah saya lihat sudah tidak ada lagi yang merah, sudah hitam semua,” ujar dia.

Dia menjelaskan, permasalahan yang terjadi sebelumnya bukan berasal dari sistem aplikasi, melainkan kemungkinan berkaitan dengan proses penginputan yang belum berjalan secara optimal.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya data yang belum berhasil dikirimkan serta gangguan jaringan ketika petugas melakukan pelaporan.

Untuk itu, Imelda meminta seluruh petugas lebih cermat dan disiplin dalam menjalankan proses penginputan.

Imelda juga mengingatkan agar setiap kendala segera dikomunikasikan sehingga dapat ditangani bersama tanpa menghambat proses pelaporan.

“Saya berharap ini menjadi pelajaran penting buat kita semua. Jangan pernah menunda penginputan data apa pun. Kemudian jangan pernah gengsi untuk saling berkomunikasi ketika menemukan kendala, supaya permasalahan bisa segera diselesaikan bersama,” tegasnya.

Menurutnya, pembenahan administrasi dan validasi data harus berjalan beriringan dengan pelaksanaan program penanganan stunting.

Data yang akurat sangat diperlukan agar pemerintah dapat mengidentifikasi kebutuhan di lapangan dan memastikan intervensi diberikan secara tepat sasaran.

Di akhir rapat, wakil wali kota mengajak seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, dan petugas terkait untuk menjadikan evaluasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kerja serta efektivitas pelaksanaan program.

Dia berharap setiap unsur yang terlibat dapat terus memperbaiki kinerja, memperkuat koordinasi, dan memastikan seluruh tahapan penanganan stunting berjalan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Palu.

“Mari sama-sama kita mengevaluasi diri, mengevaluasi apa yang sudah kita kerjakan, mengevaluasi kinerja kita supaya ke depan apa yang kita lakukan benar-benar sesuai dengan target yang kita harapkan,” pungkasnya. IN