Palu, paluinsight.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menerima Anugerah Prakarsa Inklusi dari Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia. Penghargaan diterima langsung oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid di Sriti Convention Hall Center, Kota Palu, Kamis (8/10).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KND, Dante Rigmalia, pada pembukaan Dialog Bersama Ketua KND dan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis) Kota Palu.
Anugerah Prakarsa Inklusi diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Palu terhadap Gerakan Indonesia Inklusif-Ramah Disabilitas, khususnya dalam upaya pelaksanaan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di Kota Palu.
Wali kota, dalam sambutannya menyampaikan, penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang harus mendapatkan perhatian dan dukungan bersama, mengingat masih terdapat kelompok yang mengalami keterbatasan akses maupun kondisi yang membuat mereka rentan termarjinalkan.
Dia juga mengajak seluruh pihak untuk memahami bahwa setiap orang memiliki persepsi dan ukuran kebahagiaan yang berbeda, termasuk penyandang disabilitas.
“Mungkin kita anggap kita sempurna, kita juga punya persepsi kebahagiaan sendiri. Begitupun mereka yang disabilitas, mereka punya kebahagiaan sendiri,” ujar Wali Kota Hadianto.
Karena itu, dia meminta agar upaya membangun Kota Palu yang ramah disabilitas tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui kepedulian dan dukungan dari keluarga serta seluruh elemen masyarakat. Kepada keluarga penyandang disabilitas, wali kota berpesan agar tidak memutus hubungan dengan pemerintah.
Menurutnya, pemerintah maupun masyarakat sama-sama memiliki keterbatasan dan dapat lalai atau lupa, sehingga diperlukan komunikasi serta saling mengingatkan.
“Jangan putus hubungan dengan pemerintah. Kita tempatnya lalai dan lupa. Kita saling mengingatkan dan menguatkan. Jangan pernah pupus harapan di antara kita,” kata dia.
Wali Kota Hadianto berharap perhatian terhadap penyandang disabilitas dapat diberikan secara optimal, terutama dalam mendorong mereka agar mampu hidup secara mandiri sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
“Apa yang bisa kita berikan, berikan, agar mereka bisa mandiri. Karena persepsi kemandirian mereka itu berbeda,” tuturnya.
Wali Kota menekankan pentingnya membangun hubungan yang kuat antara pemerintah, keluarga, organisasi penyandang disabilitas, dan masyarakat agar berbagai kebutuhan penyandang disabilitas dapat direspons secara bersama-sama.
“Pokoknya saling menguatkan. Jadikan pemerintah ini jadi komiu punya rumah. Saya pastikan saya tidak akan jauh dari komiu. Mumpung jabatan saya masih wali kota, manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Penerimaan Anugerah Prakarsa Inklusi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Palu untuk terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, memastikan akses yang setara, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. IN





