Mei 1, 2026
Daerah  

SD di Polewali Mandar Tolak MBG Basi, Kepsek Sebut Bukan Pertama Kali

Paket MBG (ilustrasi). Sumber foto: Kompas.com

Polewali Mandar, paluinsight.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai kontroversi setelah video dugaan makanan basi dan tidak layak konsumsi viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi di SD Negeri 060 Mampiye, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Pihak sekolah menolak dan mengembalikan menu MBG yang dinilai tidak layak dikonsumsi demi menjaga kesehatan siswa, meski membuat para siswa tidak mendapatkan jatah MBG hari itu.

Video menu bakso diduga basi Video amatir yang direkam pihak sekolah memperlihatkan kondisi menu MBG berupa bakso yang diduga telah basi.

Dalam video tersebut, pentol bakso tampak berlendir dan aroma makanannya disebut telah berubah. Sejumlah guru terdengar menyebutkan bahwa menu tersebut tidak layak konsumsi.

Terlihat pula salah satu guru meremas bakso berbentuk bulat yang tampak becek dan tidak seperti bakso dalam kondisi segar. Karena dinilai tidak layak untuk dikonsumsi siswa, makanan tersebut akhirnya ditolak dan dikembalikan ke pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

BUKAN KALI PERTAMA TERJADI

Kepala SDN 060 Mampiye, Marhaban, mengatakan kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di sekolahnya. Ia berharap pihak SPPG selaku penyedia menu MBG lebih teliti dan higienis dalam menyajikan makanan kepada siswa.

“Ini bukan kali pertama siswa dapat jatah nasi MBG basi. Marhaban mengatakan pihak sekolah berharap agar pihak SPPG lebih teliti dan lebih higienis menyajikan makanan unutk siswa, agar program siswa sehat bisa terwujud,” jelas Marhaban.

Tak hanya SDN 060 Mampiye, sekolah lain seperti SDN 031 Tumpiling juga disebut menerima menu MBG yang sama dan dinilai tidak layak konsumsi.

Namun, hanya pihak SDN 060 Mampiye yang berani bersuara dan mengabadikan temuan tersebut dengan merekam video.

SPPG AKUI SEBAGIAN MENU BERLENDIR

Sementara itu, Kepala SPPG Campurjo 02 Wonomulyo, Muhammad Fadil, mengakui sebagian menu bakso yang dibagikan memang sudah berlendir dan diduga basi.

“Memang sebagian menu yang disajikan itu sebagian sudah berlendir dan diduga basi, sehinga menu MBG yang ditemukan basi itu langsung ditarik dari kedua sekolah yang ditemukan. Tapi yang benar tidak semuanya basi, hanya sebagian saja,” jelas Muhammad Fadil, Kepala SPPG 02 Campurjo 02.

Pihak dapur SPPG menduga makanan basi disebabkan proses pengemasan saat bakso masih dalam kondisi panas sehingga menimbulkan reaksi pada makanan.

Sebagai bahan evaluasi, pihak SPPG menyatakan akan memperbaiki pelayanan serta penyajian menu MBG agar kejadian serupa tidak terulang. Kompas.com