Palu, paluinsight.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulteng optimistis inflasi daerah dapat terjaga saat menghadapi bulan Ramadhan 1447 hijriah.
Hal itu berkaca pada data tingkat inflasi bulan sebelumnya (Januari 2026, red) yang dinilai tidak ada gejolak. Jika-pun presentase inflasi naik pada Februari 2026, sangat dimungkinkan poinnya tidak signifikan.
“Tingkat inflasi month to month (mtm) atau Desember 2025 terhadap Januari 2026 hanya 0,01 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik,” kata Kepala Dinas Perindag Sulteng, Richard Arnaldo, Selasa (3/2).
Selain itu, ditinjau dari ketersediaan pangan daerah – yang sensitif terhadap inflasi – seperti beras masih sangat memadai, sehingga proyeksi inflasi tidak menimbulkan kekhawatiran.
Kadis merinci, saat ini Sulteng memiliki cadangan beras berkisar 22.000 ton. Angka itu bahkan akan ditambah untuk memperkuat stok sebanyak 10 ton lagi.
Terlebih lagi, beberapa proyeksi komoditas yang akan memberikan andil positif terhadap inflasi adalah komoditas nir-pangan yakni emas perhiasan dan tarif listrik. “Dua komoditas itu pada awal tahun ini memberikan andil positif inflasi sebesar 0,24 persen sebagaimana dirilis BPS,” ucap Richard Arnaldo.
“Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, karena pemerintah daerah dan para pihak lainnya terus melakukan langkah-langkah konkret demi menjaga ketersediaan stok maupun stabilitas harga bahan pokok di pasaran,” ujarnya menambahkan. IN





