Agustus 21, 2026

Inflasi Sulteng 3,31 Persen pada 2025, Apakah Masih Aman?

Ilustrasi inflasi. Sumber foto: prompt ChatGPT

Palu, paluinsight.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat, inflasi tahunan (yoy) daerah sebesar 3,31 persen.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Tolitoli sebesar 6,13 persen. Sementara Kabupaten Morowali sebesar 1,89 persen, Luwuk sebesar 4,28 persen dan Kota Palu sebesar 2,85 persen.

“Inflasi tahunan sebesar 3,31 persen masih berada dalam rentang yang dapat diterima dan menunjukkan stabilitas harga relatif terjaga,” kata kata plt. Kepala BPS Sulteng, Imron Taufik J. Musa dalam press conferences data strategis BPS Sulteng, Senin (5/1).

Berdasarkan data yang dikeluarkan BPS Sulteng, pada Desember 2025, inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan sejumlah kelompok pengeluaran, seperti: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,68 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,92 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,50 persen; kelompok transportasi sebesar 1,37 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,30 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,99 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,01 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,04 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,13 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,06 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,18 persen.

Sementara itu, untuk tingkat inflasi month to month (mtm) Desember 2025 sebesar 0,14 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) Desember 2025 sebesar 3,31 persen. IN