Halmahera Barat, paluinsight.id – Banjir kembali melanda Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak awal Januari 2026.
Kecamatan Ibu menjadi wilayah paling terdampak, dengan sejumlah desa terendam dan warga terpaksa mengungsi.
Banjir dipicu luapan sungai yang terjadi pada 6–7 Januari 2026 sekitar pukul 07.30 WIT. Luapan air merusak tanggul dan bronjong, serta menggenangi pemukiman warga hingga setinggi atap rumah di beberapa titik. Desa-desa yang terdampak antara lain Kampung Cina, Tabaru, Gamlamo, dan Tongute Ternate.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan akses transportasi lumpuh. Jalur utama Jailolo–Ibu terputus akibat longsor di sejumlah titik, yakni Gunung Batu, Transkoal, dan Kampung Baru. Sejumlah fasilitas umum dilaporkan rusak, sementara barang-barang milik warga hanyut terbawa arus.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa. Namun, puluhan rumah terendam banjir, dengan jumlah terbanyak berada di Desa Tongute Ternate yang mencapai sekitar 70 unit rumah.
Dalam upaya penanganan darurat, Tim Basarnas Ternate mengerahkan SRU 2 dengan dukungan rescue car dan truk personel dari Pelabuhan Sidangoli. Warga dievakuasi ke sejumlah lokasi aman seperti gereja, kantor polsek, dan tempat pengungsian sementara.
Penanganan juga melibatkan BPBD Halmahera Barat, TNI/Polri, serta pemerintah daerah. Bupati Halmahera Barat bersama Kapolres Halmahera Barat AKBP Teguh Patriot melakukan konsolidasi di lapangan, termasuk pendistribusian bantuan logistik dan pengerahan alat berat berupa ekskavator untuk membuka akses jalan dan menangani material longsor.
Banjir di wilayah ini bukan kali pertama terjadi. Pada April 2025, banjir besar juga merendam Desa Tongute Ternate dan Gamlamo dengan ketinggian air mencapai empat meter. Sementara pada September 2021, banjir melanda Kecamatan Jailolo dan merendam 29 rumah warga meski cepat surut.
Cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan masih menjadi faktor utama penyebab banjir berulang di Kabupaten Halmahera Barat. Pemerintah daerah mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. IN





