Palu, paluinisght.id – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Sulawesi Tengah mencatat jumlah transaksi moda pembayaran QRIS melambung 348 persen posisi triwulan II 2025 terhadap triwulan II 2026. Transaksinya fantastis, mencapai 41 juta kali transaksi.
Bahkan, menurut Kepala KPw BI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, jumlah transkasi triwulan II tahun ini, mengalahkan satu tahun penuh pada 2025 kemarin.
“Kumulatif 2025 mencapai 37,80 juta transaksi. Tren ini menunjukkan masyarakat antusias dalam mengadopsi pembayaran digital QRIS,” kata Irfan.
Hingga Mei 2026, data menunjukkan bahwa pengguna QRIS selama sebulan itu mencapai mencapai 400 ribu pengguna atau tumbuh 16 persen (yoy).
“Jumlah merchant QRIS juga terus meningkat mencapai 340,29 ribu merchant atau tumbuh 36,69 persen hingga Mei 2026 terhadap Mei 2025,” katanya.
Capaian itu menempatkan Sulteng sebagai teritori ketiga terbesar pemanfaatan QRIS di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua). Sulteng hanya kalah dengan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.
Sementara itu, mayoritas merchant QRIS berasal dari kalangan sektor usaha mikro yang mencapai 79 persen dari total merchant terdaftar. “Ini menciptakan ekosistem digital,” ujarnya.
Jika dicacah menurut kabupaten/kota; Palu Adalah daerah paling banyak pengguna QRIS. Hingga Mei 2026 jumlah transaksi mencapai 17,09 juta atau memiliki share 41,68 persen dari kumulatif Sulteng.
“Kabupaten Morowali kedua (5,11 juta transaksi) atau sekitar 12,46 persen dari total transaksi, Kabupaten Banggai ketiga (3,57 juta transaksi) atau sekitar 8,71 persen,” ujarnya. IN





