Mei 14, 2026

150 Calon Pekerja Migran Indonesia di Sulteng Dibekali Edukasi Keuangan

Suasana kegiatan sosialisasi “PMI Cerdas Finansial, Menuju Indonesia Maju", dilaksanakan di STIKES Bala Keselamatan Palu, Selasa (12/5). Sumber foto: paluinisght.id/HO-OJK Sulteng

Palu, paluinsight.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah sinergi dengan bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran (BP3MI) Sulteng memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai salah satu segmen prioritas dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021–2025.

Kegiatan bertema “PMI Cerdas Finansial, Menuju Indonesia Maju”, dilaksanakan di STIKES Bala Keselamatan Palu, Selasa (12/5).

Sinergi kegiatan itu bertujuan untuk memberikan pemahaman pengelolaan keuangan, penggunaan layanan jasa keuangan formal, kewaspadaan terhadap penipuan dan kejahatan keuangan, serta pentingnya migrasi aman dan legal dalam bekerja di luar negeri.

Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra menyampaikan, pekerja migran Indonesia memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui remitansi dan peningkatan kesejahteraan keluarga di daerah asal. Berdasarkan data Bank Indonesia, remitansi pekerja migran Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar 15,70 Miliar USD atau setara dengan Rp 263,8 triliun dan menjadi penghasil devisa terbesar kedua setelah migas. Hal ini menunjukkan, Arus remitansi PMI memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.

“Melalui kegiatan ini, OJK mendorong calon pekerja migran Indonesia agar tidak hanya siap bekerja di luar negeri, tetapi juga mampu mengelola pendapatan secara bijak, aman, dan produktif sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi diri sendiri maupun keluarga” kata Bonny Hardi Putra.

Lebih lanjut ia disampaikan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi calon PMI sangat penting untuk meminimalkan risiko penipuan, pengelolaan utang yang tidak sehat, penyalahgunaan rekening dan data pribadi, hingga tindak kejahatan keuangan digital yang masih kerap menyasar pekerja migran Indonesia.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari OJK Sulteng, pelaku usaha jasa keuangan, dan stakeholder terkait sebagai bagian dari upaya penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi calon pekerja migran Indonesia. Materi yang disampaikan mengenai pengelolaan dan perencanaan keuangan, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal, perlindungan data pribadi, serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan illegal.

Peserta juga dibekali pemahaman terkait peluang kerja luar negeri, prosedur migrasi aman, serta pentingnya bekerja melalui jalur resmi guna memperoleh perlindungan hukum dan pemenuhan hak sebagai pekerja migran Indonesia.

Dikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa, calon pekerja migran Indonesia, akademisi, serta stakeholder terkait.

OJK Sulawesi Tengah mendorong agar calon pekerja migran Indonesia semakin siap menghadapi dunia kerja luar negeri dengan memiliki kesiapan finansial yang baik sehingga mampu memanfaatkan hasil kerja secara optimal untuk mendukung kesejahteraan diri dan keluarga. IN