September 16, 2026

Sulteng Didominasi Gen Z, Pemda Perlu Sediakan Kebijakan Strategis

Gen Z (ilustrasi). Sumber foto: Getty Images/Keeproll

Palu, paluinsight.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah mencatat, generasi Z atau Gen Z mendominasi jumlah penduduk di Sulteng.

Gen Z yakni penduduk produktif atau kelompok penduduk yang lahir pada rentang akhir 1990-an hingga awal 2010-an.

Mereka mengambil andil 26,40 persen dari total kumulatif penduduk, disusul milenial sebanyak 24,41 persen dari 3,16 juta jiwa berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025.

Kepala BPS Sulawesi Tengah, Daryanto mengatakan, dengan kondisi itu, Sulteng sedang berada pada fase bonus demografi, yakni kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif.

Menurut Daryanto, bonus demografi dapat menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah apabila didukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tersedianya lapangan kerja yang memadai.

Namun demikian, ia mengingatkan bonus demografi tidak otomatis memberikan keuntungan apabila tidak dibarengi dengan pengelolaan sumber daya manusia yang baik.

Ia menilai pemerintah daerah perlu menyiapkan kebijakan yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan, keterampilan tenaga kerja, pelayanan kesehatan serta penciptaan peluang kerja bagi generasi muda.

“Kalau bonus demografi ini tidak dipersiapkan dengan baik, maka justru bisa menjadi beban pembangunan di masa mendatang,” kata Daryanto, Jumat (15/5).

BPS berharap hasil SUPAS 2025 dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah, akademisi dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun kebijakan pembangunan berbasis data kependudukan yang lebih akurat.

Data tersebut juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam merumuskan strategi pembangunan jangka panjang, terutama dalam menghadapi tantangan pertumbuhan penduduk dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Sulteng.

Untuk diketahui, SUPAS merupakan survei yang dilaksanakan di antara dua periode sensus penduduk, yakni setelah Sensus Penduduk 2020 dan menjelang sensus berikutnya pada 2030. Survei tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam memperbarui data dan indikator kependudukan nasional maupun daerah.

Data SUPAS digunakan untuk melihat perkembangan jumlah penduduk, persebaran, struktur umur, tingkat kelahiran, kematian hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat yang menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan. IN