Banagan, paluinsight.id – Kanto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah mengimplementasikan Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) – memperluas akses dan pemanfaatan layanan keuangan formal serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Kali ini, OJK Sulteng menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi nelayan di Desa Banagan, Kabupaten Tolitoli, Juli bulan lalu.
Kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir dalam mendukung pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Diketahui, Desa Banagan menjadi salah satu lokasi yang ditetapkan sebagai calon KNMP Tahap I. Secara nasional, pembangunan KNMP direncanakan pada 65 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan hasil pemetaan, Desa Banagan, Kabupaten Tolitoli adalah desa yang masuk dalam wilayah kerja Kantor OJK Sulteng.
Meskipun KNMP di Desa Banagan masih belum dioperasikan, OJK telah melakukan langkah inkubasi guna mendukung kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan ekosistem keuangan yang akan dibangun melalui program tersebut.
Dalam kegiatan itu, nelayan dibekali pengetahuan dan keterampilan terkait literasi-inklusi keuangan agar siap memanfaatkan berbagai produk dan layanan jasa keuangan ketika ekosistem KNMP mulai beroperasi.
Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra mengatakan, pihaknya telah melakukan survei terhadap nelayan di lokasi itu. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar nelayan masih memiliki keterbatasan dalam memanfaatkan produk dan layanan Industri Jasa Keuangan (IJK), termasuk layanan keuangan berbasis digital, di tengah pesatnya perkembangan teknologi di sektor keuangan.
“Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan terhadap jasa keuangan di lokasi itu,” kata Bonny dalam rilisnya yang diterima paluinsight.id, Rabu (5/8).
Dia mengatakan melalui program EKI yang bersinergi dengan PKNM di Banagan, nelayan didorong memahami pengelolaan keuangan baik, memanfaatkan layanan formal (tabungan, red), asuransi, serta mengakses pembiayaan produktif guna mendukung keberlanjutan usaha.
Dengan demikian, nelayan diharapkan tidak hanya tangguh saat melaut, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap para peserta dapat berperan sebagai agen literasi keuangan yang mampu menyebarluaskan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal, serta pentingnya perlindungan konsumen kepada masyarakat lainnya.
“Dengan demikian, manfaat edukasi yang diberikan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan Desa Banagan,” katanya.
Ke depan, kata dia, OJK Sulteng akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta pelaku Industri Jasa Keuangan dalam mendukung pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Banagan melalui Program Ekosistem Keuangan Inklusif.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan formal, memperkuat ketahanan usaha nelayan, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir, serta mendukung keberhasilan implementasi program KNMP secara berkelanjutan. IN





