September 16, 2026

1.253 Rekening Bank di Sulteng Miliki Saldo di Atas Rp2 Miliar

Kepala Kantor LPS Wilayah III Sulampua, Fuad Zaen (tengah), Deputi Kepala Kantor Perwakilan Wilayah III LPS, Prayitno Amigoro (kanan), dan Founder Hanna Asa Indonesia, Mardiyah (kiri) pada kegiatan LPS Media Meet Up yang digelar di salah satu hotel di Kota Palu, Senin (27/7/2026). Sumber foto: Sulteng Raya

Palu, paluinsight.id – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, sebanyak 1.253 rekening bank memiliki saldo di atas Rp2 miliar, sementara di BPRS/BPRS hanya 54 rekening yang memiliki simpanan melebihi yang dijaminkan LPS.

Hal itu dikatakan Kepala LPS Wilayah III Sulampuan, Fuad Zaen pada Meet Up Media di Palu, Senin (27/7).

Sementara itu, kata dia, sebanyak 99,98 persen rekening atau sekitar 5,90 juta rekening nasabah tercatat telah dijamin oleh LPS.

Fuad Zaen mengatakan, kehadiran LPS bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat saat menyimpan dana di perbankan.

‎”Kalau ada LPS berarti aman. Ini yang kami harapkan terbangun di masyarakat, bahwa ketika mereka menabung di bank, ada rasa aman tabungan mereka tidak akan hilang,” kata Fuad.

‎Sementara itu, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Wilayah III LPS, Prayitno Amigoro, mengungkapkan dari sisi cakupan penjaminan, sebanyak 99,98 persen atau sekitar 5,90 juta rekening nasabah di Sulawesi Tengah telah memenuhi kriteria penjaminan LPS.

‎Di Sulawesi Tengah sendiri, terdapat tujuh bank peserta program penjaminan LPS yang terdiri atas satu bank umum dan enam Bank Perkreditan Rakyat (BPR/BPRS).

‎Meski demikian, Prayitno menegaskan risiko uninsured deposit atau simpanan yang tidak dijamin dari sisi nominal relatif rendah sehingga kondisi tersebut tetap memberikan rasa aman bagi mayoritas nasabah perbankan.

‎”Risiko uninsured deposit dari sisi nominal cukup rendah, sehingga dapat memberikan rasa aman kepada nasabah,” ujarnya.

‎Melalui kegiatan Media Meet Up, LPS berharap sinergi dengan media terus diperkuat guna meningkatkan literasi masyarakat mengenai fungsi penjaminan simpanan sekaligus menjaga kepercayaan terhadap stabilitas sistem perbankan nasional.

Pada Kesempatan itu juga LPS mengundang narasumber untuk edukasi peserta terkait pengelolaan keuangan yang diisi oleh Founder Hanna Asa Indonesia, Mardiyah. Seorang narasumber yang kompeten dan telah lama berkecimpung di dunia financial. IN