Palolo, paluinsigh.id – Perjalanan turun dari Gunung Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, berubah menjadi situasi darurat bagi seorang pendaki perempuan berusia 25 tahun.
Ia mengalami kelelahan hingga kehilangan kesadaran dan tidak mampu melanjutkan perjalanan, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi tim SAR gabungan pada Minggu (11/10).
Pendaki bernama Dela itu ditemukan di jalur pendakian Pos 2 Gunung Nokilalaki setelah tim SAR gabungan melakukan operasi penyelamatan sejak Sabtu malam (10/10).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Palu, Muh. Rizal menjelaskan, informasi kondisi darurat tersebut diterima dari teman korban, Dilva, pada Sabtu (10/10) pukul 19.22 Wita.
Berdasarkan laporan yang diterima, korban mulai mendaki Gunung Nokilalaki sekitar pukul 06.00 Wita untuk melakukan pendakian tektok, yakni mendaki dan kembali turun pada hari yang sama.
Namun, saat perjalanan turun sekitar pukul 15.00 Wita, korban mengalami kelelahan hingga kehilangan kesadaran. Teman korban sempat memberikan pertolongan, tetapi Dela belum mampu melanjutkan perjalanan.
Kondisi tersebut diperparah dengan persediaan logistik rombongan yang mulai menipis. Mereka kemudian meminta bantuan SAR untuk mengevakuasi korban.
Tim SAR Bergerak hingga Dini Hari
Menindaklanjuti laporan itu, tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu bersama unsur potensi SAR tiba di base camp Nokilalaki, Desa Tongoa, Kecamatan Palolo, pada Sabtu pukul 22.15 Wita.
Tim kemudian berkoordinasi dengan teman korban dan pemerintah setempat sebelum melanjutkan operasi penyelamatan.
Sekitar pukul 22.30 Wita, tim SAR gabungan menggelar briefing untuk membagi tugas sekaligus memberikan arahan keselamatan. Setelah itu, tim bergerak menuju lokasi korban di jalur pendakian.
Pada Minggu (11/10) pukul 02.15 Wita, tim SAR gabungan tiba di lokasi dan langsung memberikan penanganan medis awal kepada korban.
Proses evakuasi dilanjutkan pada pukul 05.00 Wita. Tim membawa korban dari lokasi menuju base camp Nokilalaki di Desa Tongoa, Kecamatan Palolo.
Setelah melalui proses evakuasi, tim SAR gabungan bersama korban tiba di base camp pada pukul 10.05 Wita. Korban kemudian dilaporkan telah berada di rumahnya.
Operasi SAR Diusulkan Ditutup
Operasi penyelamatan tersebut melibatkan Tim Rescue KPP Palu, Bhabinkamtibmas, pihak keluarga, dan masyarakat setempat.
Sejumlah peralatan dikerahkan untuk mendukung operasi, antara lain kendaraan penyelamatan, motor trail, peralatan jungle, navigasi, komunikasi, serta perlengkapan medis dan evakuasi.
Dengan berhasil dievakuasinya Dela, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur potensi SAR dikembalikan ke kesatuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih atas keterlibatan dalam proses penyelamatan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki agar memperhitungkan kondisi fisik, waktu perjalanan, serta kecukupan logistik sebelum melakukan pendakian, terutama untuk perjalanan tektok yang mengharuskan pendaki kembali pada hari yang sama.
Berita ini sepenuhnya diolah AI dengan bahan dari Basarnas Palu
Drama Evakuasi di Nokilalaki! Pendaki 25 Tahun Tak Sanggup Turun, Tim SAR Bergerak hingga Dini Hari





