Mei 3, 2026

OJK Sulteng Dorong BPR Hadir di Pelosok

‎Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra. Sumber foto: paluinsight.id

Palu, paluinsight.id – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dinilai memiliki keunggulan dalam hal pencairan kredit. Fleksibilitas hingga kemudahan persyaratan dalam pencairan dinilai menjadi poin yang tidak dimiliki entitas lain sehingga akselerasi kredit BPR dapat massif.

‎Hal itu dikatakan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, Jumat (13/3).

‎Bonny berujar bahwa, pola “jemput bola” ke pelosok itu, telah banyak dilakukan BPR di daerah lain – di kota-kota besar.

‎”BPR di daerah-daerah lain itu ada di pelosok-pelosok karena pasar di kota banyak diambil bank umum, jadi ketika masyarakat pelosok ini butuh uang, mereka (BPR) hadir,” kata Bonny dalam jurnalis update.

‎Namun demikian, dibalik mudahnya pencairan itu, ia juga memberikan “warning” kepada debitur bahwa sudah pasti bunga lebih tinggi dibandingkan bank umum. “Ya pasti, bunga lebih tinggi. Karena fleksibilitasnya,” ungkapnya.

‎Bonny mendorong akselerasi itu bukan tanpa sebab. Pada kinerja kredit daerah, BPR hanya memiliki share 3,9 persen dari total penyaluran kredit, sisanya 96,1 persen diambil bank umum pada 2025.

‎Begitu juga dengan kinerja penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), BPR hanya 1,12 persen, sedangkan aset hanya 2,62 persen. “Jadi sangat jauh. Makanya perlu akselerasi, perlu ditingkatkan,” ucap Kepala OJK Sulteng. IN