Palu, paluinsight.id – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, tidak memungkiri bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palu mempengaruhi kontraksi harga bahan kebutuhan pokok (bapok).
Hal itu ia sampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Masomba, Selasa (3/3). Kegiatan yang dilakukan untuk memastikan ketersediaan itu, sekaligus memantau stabilitas harga selama bulan suci Ramadan 1447 H.
“Salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga adalah meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk program MBG yang saat ini menyerap cukup banyak komoditas di pasaran,” kata Wakil Wali Kota.
Untuk itu, pihaknya berupaya segera mengoperasikan Koperasi Merah Putih agar kebutuhan bahan pokok untuk MBG dipasok secara khusus sehingga tidak lagi mengambil langsung dari pasar tradisional.
Namun secara keseluruhan, Imelda yang turun langsung berdialog dengan pedagang dan masyarakat menyebut secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif stabil dari biasanya ketika momentum Ramadan, dan ketersediaannya mencukupi.
“Kami melihat secara umum kondisi harga masih aman dan pasokan tersedia. Hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan,” kata Imelda.
Ia juga menambahkan, dari hasil sidak itu, tidak ditemukan adanya praktik penimbunan barang oleh pedagang. Distribusi bahan pokok juga berjalan dengan baik sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Selain itu, Pemkot Palu bersama dinas terkait dan berbagai mitra juga terus melakukan upaya pengendalian inflasi daerah melalui berbagai program, seperti pasar murah, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta program Gade Nolumako yang memberikan subsidi pada sejumlah bahan pokok.
Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 H.
Pemkot Palu juga mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan, sehingga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dapat terus terjaga.
Sebagai informasi, sidak tersebut turut melibatkan perwakilan DPRD Kota Palu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Bulog, Asisten II Setda Kota Palu, serta sejumlah instansi terkait lainnya.IN





